Geser Ke Bawah untuk baca artikel
Sosial Budaya

Aksi Damai IMM Sulteng, Dorong Persatuan Pasca Pemilu 2024

132
×

Aksi Damai IMM Sulteng, Dorong Persatuan Pasca Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Aksi Damai IMM Sulteng di Taman Nasional Kota Palu pada Rabu Sore (28/2/24). Aset: Sukri/PotretSulteng.com

Dalam upaya menyerukan perdamaian dan persatuan pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar aksi damai, bertempat di Taman Nasional, Kota Palu pada Rabu sore (28/2/24).

Ketua IMM Sulteng, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa aksi damai ini bertujuan untuk mengajak masyarakat kembali kepada kedamaian, terutama di tengah berbagai perbedaan pilihan politik yang telah menimbulkan gesekan di masyarakat.

“Kita selalu narasikan bahwa pemilu damai itu tidak hanya sebelum pemilu saja yang dinarasikan, tapi pasca pemilu. Ini harusnya selalu disuarakan kedamaian tersebut,” ujar Lukman Hakim.

Baca Juga: IMM Sulteng Protes Kenaikan Biaya Haji, Desak DPR Pertimbangkan Usulan Kemenag

Lebih lanjut, Lukman menyampaikan lima poin seruan damai pasca pemilu yang diusung oleh IMM Sulteng.

  1. Mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bersatu kembali setelah pelaksanaan pemilu 2024. Sudahi pecah belah bedah pilihan saat pilpres dan pileg, saatnya kita bersatu kembali untuk Indonesia maju.
  2. Kami mengajak kepada para kontestan pemilu 2024 untuk menyelesaikan sengketa politik berupa dugaan kecurangan dan lain-lain. Kepada jalur konstitusional yang telah diatur oleh konstitusi negara.
  3. Apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat TNI dan Polri yang mampu menciptakan kondisi kemanan dan ketertiban masyarakat saat pemilu berlangsung.
  4. Mari kita berikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu dari tataran pusat sampai tingkat TPS, yang telah menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan berlaku. Dan kami menghimbau agar penyelenggara pemilu tetap menjaga integritas.
  5. Kami menuntut pemerintah untuk memberikan santunan kepada penyelenggara pemilu baik PPK, PPS, KPPS, PTPS,yang sakit dan meninggal dunia karena mereka adalah pahlawan demokrasi.

Dengan aksi damai ini, Lukman berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk membangun persatuan dan kedamaian, serta menghentikan segala bentuk konflik pasca pemilu untuk memajukan bangsa Indonesia.

“Kita harus merawat kebhinekaan, merawat persatuan. Tidak kemudian karena perbedaan, itu menjadi konflik di negara kita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan